Bantah Mitos Lama: Minum Air Es Ternyata Tidak Seburuk yang Dibayangkan
Bantah Mitos Lama: Minum Air Es Ternyata Tidak Seburuk yang Dibayangkan--ilustrasi
KALSEL.DISWAY.ID - Hampir setiap orang tumbuh dengan mendengar nasihat orang tua: jangan minum air es karena bisa menyebabkan berbagai penyakit. Dari flu, batuk, tenggorokan gatal, hingga lemak perut yang membandel, semua kerap disalahkan pada segelas air dingin yang menyegarkan. Namun, seiring perkembangan ilmu pengetahuan medis, banyak dari mitos ini mulai terbukti tidak akurat. Faktanya, minum air es memiliki manfaat tersendiri, selama dikonsumsi dengan bijak.
Mitos 1: Air Es Menyebabkan Flu dan Pilek
Ini adalah mitos paling umum yang melekat di masyarakat tropis seperti Indonesia. Keyakinan bahwa minum air es bisa membuat seseorang langsung sakit tenggorokan atau flu ternyata tidak memiliki dasar ilmiah. Flu dan pilek disebabkan oleh infeksi virus, seperti rhinovirus atau influenza, bukan oleh suhu air yang masuk ke lambung.
Ketika air es diminum, tubuh dengan cepat menyesuaikan suhunya saat melewati kerongkongan menuju perut. Proses termoregulasi tubuh sangat efektif sehingga tidak ada penurunan suhu inti tubuh yang signifikan. Jika seseorang jatuh sakit setelah minum air es, kemungkinan besar ia sudah terpapar virus sebelumnya, dan air es hanyalah kebetulan yang tidak bersebab.
Mitos 2: Air Es Membuat Lemak Perut Menumpuk
Beredar anggapan bahwa minum air dingin dapat "memadatkan" lemak di perut sehingga sulit dihilangkan. Ini adalah kesalahan pemahaman fisiologi yang cukup menggelitik. Lemak tubuh tidak dapat mengeras atau berubah struktur hanya karena suhu minuman. Bahkan, sebaliknya, minum air es dapat meningkatkan metabolisme basal.
Tubuh membakar kalori ekstra untuk menghangatkan air dingin hingga mencapai suhu tubuh. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa minum air es dapat meningkatkan pengeluaran energi hingga 10 hingga 30 persen selama sekitar satu jam setelahnya. Memang jumlahnya tidak besar, tetapi mitos bahwa air es menyebabkan perut buncit adalah kebalikan dari fakta.
Mitos 3: Air Es Mengganggu Pencernaan
Pendukung pengobatan tradisional sering menyebut bahwa air dingin dapat "memadamkan api pencernaan" atau mengganggu kinerja enzim. Pada kenyataannya, lambung manusia memiliki sistem termoregulasi yang sangat baik. Suhu di dalam lambung tetap stabil karena proses pencernaan melibatkan asam lambung dan gerakan peristaltik yang kuat.
Penelitian gastroenterologi modern tidak menemukan bukti bahwa air es memperlambat pencernaan makanan. Satu-satunya pengecualian adalah pada penderita dispepsia fungsional atau sindrom iritasi usus besar, di mana air sangat dingin dapat memicu kontraksi berlebihan pada sebagian kecil penderita. Namun, itu bersifat individual, bukan aturan umum.
Manfaat Air Es yang Jarang Diketahui
Setelah membongkar mitos, penting juga untuk melihat sisi positif air es. Atlet profesional sering minum air es untuk menurunkan suhu inti tubuh setelah latihan intens, terutama di cuaca panas. Ini mencegah heat stroke dan mempercepat pemulihan.
Air es juga efektif untuk mengurangi peradangan. Banyak orang menggunakan kompres dingin untuk cedera; minum air es memberikan efek serupa pada saluran cerna. Selain itu, sensasi dingin dapat meningkatkan kewaspadaan dan memberikan efek menyegarkan yang membantu mengatasi rasa kantuk di siang hari.
Kapan Sebaiknya Menghindari Air Es?
Sumber: