Tips Membeli Perabot Bekas: Panduan Cerdas agar Tidak Rugi dan Tetap Bergaya

Tips Membeli Perabot Bekas: Panduan Cerdas agar Tidak Rugi dan Tetap Bergaya

Tips Membeli Perabot Bekas: Panduan Cerdas agar Tidak Rugi dan Tetap Bergaya--ilustrasi

KALSEL.DISWAY.IDMembeli perabot bekas kini menjadi pilihan populer, tidak hanya karena alasan hemat anggaran tetapi juga karena gaya hidup ramah lingkungan dan kecintaan pada barang-barang vintage bernilai seni. Namun, Membeli furnitur second hand memiliki risiko tersendiri jika tidak dilakukan dengan cermat. Mulai dari kerusakan tersembunyi, bau tak sedap, hingga serangan hama kayu bisa menjadi masalah besar di kemudian hari.

Agar investasi kecil Anda tidak berbuah penyesalan, berikut adalah panduan lengkap tips membeli perabot bekas yang wajib Anda terapkan sebelum memutuskan transaksi.

1. Kenali Jenis Bahan dan Konstruksi Perabot

Langkah pertama yang paling krusial adalah memahami material perabot yang ingin Anda beli. Furnitur berbahan kayu solid, misalnya jati atau mahoni, umumnya lebih awet dan mudah direstorasi dibandingkan kayu olahan seperti multipleks atau MDF (Medium Density Fiberboard). Kayu solid meski tergores atau penyok masih bisa diamplas dan dipernis ulang. Sebaliknya, MDF yang mulai mengembang karena air biasanya tidak bisa diperbaiki dan akan cepat hancur.

Periksa juga bagian sambungan. Sambungan menggunakan pasak kayu atau dovetail joint menandakan kualitas bagus, sedangkan sambungan yang hanya dilem atau dipaku biasa lebih mudah longgar. Untuk perabot berbahan rotan atau anyaman, pastikan tidak ada serat yang putus di banyak titik.

2. Periksa Kondisi Struktur dengan Teliti

Jangan hanya terpaku pada penampilan luar yang mulus. Bawa senter kecil untuk memeriksa sudut-sudut tersembunyi seperti bagian bawah kursi, belakang lemari, atau dalam laci. Beberapa hal yang harus Anda cek:

  • Kaki furnitur: Pastikan keempat kaki sejajar dan tidak goyang. Kaki yang sudah lapuk atau retak bisa membahayakan saat digunakan.
  • Engsel dan rel laci: Buka tutup pintu dan tarik keluar laci beberapa kali. Apakah gerakannya halus? Apada ada suara berdecit atau rasa berat tidak wajar?
  • Jamur dan rayap: Ciri khas rayap adalah serbuk halus seperti tepung kayu di sekitar sambungan, serta lubang-lubang kecil. Jamur biasanya meninggalkan bercak hitam atau putih serta bau apek menyengat. Jika menemukan tanda ini lebih baik tinggalkan, karena hama bisa menyebar ke perabot lain di rumah Anda.

3. Cium Aromanya dengan Seksama

Ini adalah tes sederhana namun sering diabaikan. Bau apek yang kuat menandakan furnitur pernah terkena air atau disimpan di tempat lembap terlalu lama. Bau rokok yang menyatu dengan serat kayu atau kain sangat sulit dihilangkan, bahkan setelah dicuci atau dilap berulang kali. Bau kimia yang menyengat bisa berarti perabot baru saja dicat untuk menutupi kerusakan. Jika memungkinkan, minta penjual untuk membiarkan furnitur di ruang terbuka selama beberapa jam sebelum Anda datang lagi untuk menilai baunya.

4. Jangan Terbujuk Harga Murah Tanpa Cek Kain dan Bantalan

Untuk perabot berlapis kain seperti sofa, kursi makan, atau headboard berlapis, perhatikan kondisi bantalannya. Tekan dengan tangan—apakah busanya masih kenyal atau sudah kempes permanen? Periksa jahitan apakah ada yang terlepas atau kain yang sudah menipis. Waspadai noda membandel, bekas urine hewan peliharaan, atau kutu kasur. Sofa bekas yang sudah terkena kutu kasur sangat rumit dibersihkan dan bisa memicu alergi serius. Lebih bijak jika Anda berencana mengganti seluruh lapisan kain dan busa daripada berharap cukup dicuci permukaannya.

5. Ukur dengan Pasti Sebelum Membeli

Kekecewaan terbesar setelah membeli perabot bekas adalah ketika barang ternyata tidak muat masuk lift, tidak bisa melewati pintu rumah, atau terlalu besar untuk ruangan. Bawa meteran dan catat dimensi furnitur secara detail: panjang, lebar, tinggi, serta diagonal terlebar. Setelah itu, ukur area di rumah yang akan ditempati, termasuk jalur yang akan dilalui saat memindahkan furnitur. Jangan lupa ukur lebar pintu rumah, lorong, dan sudut tangga jika Anda tinggal di apartemen atau rumah bertingkat.

6. Negosiasi dengan Bijak dan Kenali Harga Pasar

Sumber: