Perbasi Kalsel Benahi Kompetisi Basket Pelajar, Bidik Efisiensi Biaya dan Kalender Terpadu

Perbasi Kalsel Benahi Kompetisi Basket Pelajar, Bidik Efisiensi Biaya dan Kalender Terpadu

Perbasi Kalsel Benahi Kompetisi Basket Pelajar, Bidik Efisiensi Biaya dan Kalender Terpadu-dok.istimewa-

KALSEL.DISWAY.ID - DPD Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia (Perbasi) Kalimantan Selatan mulai membenahi tata kelola kompetisi basket pelajar dengan menyusun kalender pertandingan bersama dan menyiapkan sumber daya manusia perangkat pertandingan. Langkah ini dilakukan untuk mencegah benturan jadwal sekaligus menekan biaya penyelenggaraan yang selama ini menjadi beban sekolah.

Upaya tersebut dibahas dalam forum silaturahmi dan diskusi bersama perwakilan sekolah penyelenggara event basket tahunan di Red Lane Coffee & Space, Banjarmasin, Kamis (15/10/2026) malam.

Ketua Umum DPD Perbasi Kalsel, H. M. Syaripuddin atau yang akrab disapa Bang Dhin, mengatakan forum tersebut menjadi wadah untuk menyerap aspirasi panitia penyelenggara sebelum merumuskan kebijakan bersama bagi perkembangan kompetisi basket di daerah.

“DPD Perbasi Kalimantan Selatan mengundang sekolah-sekolah yang notabene mempunyai event tahunan, kompetisi tahunan di sekolahnya. Panitia atau event maker di sekolah itu kita undang, tentu ingin mendengar masukan-masukan dari panitia, apa sih masukan ke Perbasi, sehingga itu nanti menjadi satu keputusan bersama untuk bisa kita jalankan,” ujar Syaripuddin, Jumat (16/10/2026).

Salah satu persoalan yang menjadi perhatian ialah kebutuhan petugas meja, wasit, dan pengawas pertandingan sesuai standar kompetisi. Ketersediaan perangkat pertandingan tersebut kerap menambah biaya yang harus ditanggung sekolah penyelenggara.

Untuk mengatasi kendala itu, Perbasi Kalsel menyiapkan program bimbingan teknis (bimtek) gratis bagi panitia sekolah. Melalui program tersebut, sekolah didorong menyiapkan sumber daya manusia yang memiliki kemampuan dan pemahaman mengenai tugas perangkat pertandingan.

“Kita minta sekolah mengirimkan panitianya untuk berPerbasi dan Perbasi melakukan BIMTEK secara gratis. Itu menjadi salah satu persamaan juga di kejuaraan dalam waktu dekat ini,” jelasnya.

Selain penguatan sumber daya manusia, Perbasi Kalsel akan mendata jadwal kompetisi tahunan sekolah, di antaranya SMA 7, SMA 2, Kanaan, dan Don Bosco. Pendataan dilakukan langsung agar agenda masing-masing penyelenggara dapat dipetakan sebelum kalender kompetisi disusun.

“Kita yang turun langsung, selama SMA 7, bulan apa sih event tahunannya, terus SMA 2, Kanaan, Don Bosco, nah ini coba kita susunin. Kan hampir sekolah itu saja yang sekarang aktif,” ungkapnya.

Menurut Syaripuddin, kalender kompetisi yang terkoordinasi menjadi dasar untuk menentukan agenda resmi Perbasi Kalsel tanpa mengganggu kejuaraan yang telah rutin digelar sekolah. Dengan demikian, penyelenggaraan kompetisi diharapkan lebih tertata dan memberikan ruang bagi sekolah untuk tetap menjalankan agenda tahunannya.

Perbasi Kalsel juga berencana menggelar diskusi khusus bersama para wasit guna menyerap aspirasi terkait honorarium dan profesionalitas. Pembahasan ini menjadi bagian dari upaya organisasi membenahi ekosistem kompetisi, mulai dari penyelenggara, perangkat pertandingan, hingga pengaturan jadwal.

“Kami juga ingin coba menyusun rumusan agar biaya kompetisi ini tidak terlalu berat. Ada hal-hal baru yang dilakukan di Perbasi, yaitu memperbanyak sumber daya manusia terkait perangkat, wasit, terus event maker-nya juga kita perbaiki. Saya berharap bisa menekan biaya kompetisi sehingga bisa berjalan terus,” tegasnya.

Setelah kalender event sekolah tersusun, Perbasi Kalsel akan merumuskan agenda kompetisi milik organisasi, termasuk pelatihan yang diperlukan. Langkah bertahap ini diharapkan membuat kompetisi basket pelajar di Kalimantan Selatan semakin terkoordinasi, berkelanjutan, dan tidak terbebani persoalan biaya maupun benturan jadwal.

Sumber: