Rokok Elektrik vs Rokok Tradisional: Mana yang Lebih Berbahaya bagi Tubuhmu?
--INILAH
KALSEL.DISWAY.ID - Perdebatan mengenai bahaya rokok elektrik dan rokok tradisional masih menjadi perhatian banyak orang. Meski keduanya mengandung nikotin, efeknya terhadap tubuh berbeda signifikan.
1. Kandungan Zat Berbahaya: Vape Tidak Sepenuhnya Aman
Rokok konvensional mengandung lebih dari 7.000 zat kimia berbahaya, termasuk tar dan karbon monoksida, yang terbukti meningkatkan risiko kanker paru-paru, penyakit jantung, dan gangguan pernapasan.
Sementara itu, rokok elektrik (vape) hanya memanaskan cairan e-liquid yang biasanya terdiri dari nikotin, gliserin, propilen glikol, dan perasa.
Dr. Lina Hartono, dokter spesialis paru, menegaskan,
“Rokok elektrik memang mengurangi paparan zat berbahaya seperti tar, namun bukan berarti aman. Nikotin tetap berpotensi menyebabkan kecanduan dan gangguan kesehatan jantung.”
2. Efek Jangka Panjang Masih Misterius
Meski dianggap lebih aman, penelitian jangka panjang tentang vape vs rokok masih terbatas. Beberapa studi awal menunjukkan bahwa uap rokok elektrik tetap bisa menimbulkan iritasi saluran pernapasan dan meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular.
Dr. Lina menambahkan,
“Belum ada data definitif mengenai efek jangka panjang vape. Oleh karena itu, penggunaan jangka panjang tetap perlu hati-hati.”
3. Vape Tidak Selalu Membantu Berhenti Merokok
Banyak orang beralih ke vape untuk berhenti dari rokok konvensional, namun nikotin dalam e-liquid tetap bisa mempertahankan kecanduan. Bahkan, tren terbaru menunjukkan peningkatan pengguna vape di kalangan remaja yang sebelumnya tidak merokok.
“Rokok elektrik bukan obat untuk berhenti merokok. Justru, ada risiko generasi muda terjerat kecanduan nikotin,” jelas Dr. Lina.
4. Cara Paling Aman: Hindari Semua Produk Rokok
Dari sisi kesehatan, cara terbaik untuk terhindar dari efek negatif nikotin adalah dengan tidak merokok sama sekali, baik vape maupun rokok konvensional. Bagi perokok yang ingin berhenti, metode berbasis dukungan medis, konseling, dan terapi pengganti nikotin lebih direkomendasikan.
BACA JUGA:Mengenal Whip Pink, Narkoba Sintetis Berkemasan Menipu yang Mengincar Generasi Muda
Meskipun rokok elektrik sering dianggap “lebih aman”, risiko kesehatan tetap ada. Pilihan paling aman untuk kesehatan jangka panjang adalah menghindari semua produk nikotin.
Sumber: