Mobil Hanya Dipakai Akhir Pekan? Waspadai Ancaman 'Flat Spot' yang Bikin Ban Cacat Permanen

Mobil Hanya Dipakai Akhir Pekan? Waspadai Ancaman 'Flat Spot' yang Bikin Ban Cacat Permanen

--

KALSEL.DISWAY.ID - Masih banyak pemilik kendaraan yang percaya pada mitos lama: menyimpan mobil di garasi dan jarang menggunakannya adalah resep jitu untuk memperpanjang usia komponen, terutama ban. Logikanya, karena tidak ada gesekan dengan aspal, maka ban tidak akan aus. Namun, anggapan ini justru mendapat sorotan dari para ahli otomotif.

Para pakar perban dan mekanik menegaskan bahwa fakta di lapangan berkata sebaliknya. Membiarkan mobil diam terlalu lama ternyata bisa menjadi "bumerang" yang membuat karet bundar ini lebih cepat rusak dibandingkan mobil yang rutin melaju di jalan.

Bukan Cuma Soal Aus, Tapi Juga Perubahan Fisik

Pemilik kendaraan mungkin senang melihat pola tapak (tread) ban yang masih tebal meski mobil sudah lama tak keluar garasi. Namun, ketebalan tapak bukan satu-satunya indikator kesehatan ban.

Zulpata Zainal, On Vehicle Test PT Gajah Tunggal Tbk, menjelaskan bahwa bahaya utama mobil yang diparkir statis dalam waktu lama adalah risiko kerusakan struktural yang disebut flat spot.

"Secara teratur mobil di dorong ke depan atau ke belakang, agar tidak menumpu di satu titik di telapak ban," ujar Zulpata beberapa waktu lalu .

Jika mobil hanya diam, titik kontak antara ban dan lantai terus-menerus menahan beban kendaraan. Hal ini dapat menyebabkan bagian telapak ban menjadi pipih atau datar secara permanen. Akibatnya, saat mobil kembali dijalankan, akan terasa getaran atau guncangan yang mengganggu kenyamanan berkendara .

Usia Ban Tidak Hanya Diukur dari Kilometer

Pendapat senada juga disampaikan oleh pakar dari salah satu produsen ban nasional. Jimmy Handoyo, Tech. Service Dept. Head PT Suryaraya Rubberindo Industries (produsen ban FDR), mengungkapkan bahwa ban memiliki batas usia pakai yang tidak bisa ditawar, meskipun jarang dipakai.

"Seiring bertambahnya usia, performa ban menurun karena karet sudah keras, sehingga tingkat kenyamanan dan fungsi pengereman menurun," jelas Jimmy.

Karet ban yang dibiarkan diam dalam waktu lama akan mengalami proses pengerasan alami (oksidasi). Kondisi ini diperparah jika mobil sering terparkir di tempat terbuka dan terpapar sinar matahari langsung. Sinar UV dapat membuat karet menjadi getas dan memicu munculnya retak-retak halus di dinding ban yang berbahaya bagi keselamatan .

Patokan 4 Tahun dan Tekanan Angin Ekstra

Lantas, bagaimana cara merawat ban mobil yang jarang digunakan? Suparman, Kepala Bengkel Auto2000 Yos Sudarso, menegaskan bahwa patokan penggantian ban tidak ada kaitannya dengan jarang atau seringnya mobil dipakai.

"Jarang digunakan belum tentu ban lebih awet, bisa jadi justru sebaliknya. Bila berpatokan pada pedoman, baik mobil jarang atau aktif digunakan itu harusnya tetap melakukan pergantian tiap 4 tahun sekali. Ini untuk ban yang sudah terpasang di roda," tegas Suparman .

Ia menambahkan bahwa meskipun mobil hanya diam, ban terus menahan beban kendaraan. Jika terlalu lama parkir, tekanan angin bisa berkurang dan berdampak pada kerusakan material. Pada usia di atas tiga atau empat tahun, struktur material ban mulai berubah dan fungsinya tidak akan optimal lagi saat dipakai .

Tips Antisipasi Sebelum Ban "Sakit"

Untuk menghindari kerusakan, para ahli menyarankan beberapa langkah sederhana bagi pemilik mobil yang jarang digunakan:

  • Atur Tekanan Angin Lebih Tinggi: Zulpata menyarankan untuk mengisi tekanan ban hingga 43 psi atau 3,0 Kg per cm persegi jika mobil akan ditinggal lama. Tekanan ini lebih tinggi dari standar normal untuk mencegah deformasi ban .
  • Goyangkan Mobil: Jika memungkinkan, dorong mobil maju atau mundur secara teratur agar titik tumpu ban berpindah, menghindari flat spot .
  • Hindari Sinar Matahari: Parkir mobil di tempat teduh atau gunakan sarung mobil (car cover) untuk melindungi karet ban dari sinar UV yang mempercepat penuaan.

BACA JUGA:7 Rekomendasi HP Kamera Juara dengan Harga Ramah Dompet, Kualitas Foto Maksimal!

Jadi, daripada berpikir ban akan awet karena jarang dipakai, lebih baik anggap ban seperti makhluk hidup yang perlu "bergerak" agar persendiannya tidak kaku. Karena pada akhirnya, ban yang tidak pernah dipakai pun tetap punya "tanggal kedaluwarsa" yang harus diwaspadai demi keselamatan berkendara.

Sumber: