Bukan Cuma Dicek Airnya, Ini 5 Cara Merawat Aki Motor Agar Tidak Mendadak Tekor di Jalan

Bukan Cuma Dicek Airnya, Ini 5 Cara Merawat Aki Motor Agar Tidak Mendadak Tekor di Jalan

Bukan Cuma Dicek Airnya, Ini 5 Cara Merawat Aki Motor Agar Tidak Mendadak Tekor di Jalan--ilustrasi

KALSEL.DISWAY.ID - Kejadian paling menjengkelkan bagi pengendara motor adalah saat pagi hari hendak berangkat kerja atau sedang dalam perjalanan jauh, tiba-tiba motor tidak mau hidup. Penyebab utamanya hampir selalu sama: aki tekor atau drop. Banyak pemilik motor yang baru sadar merawat aki ketika masalah sudah terjadi, padahal perawatan sederhana yang dilakukan secara rutin dapat memperpanjang usia aki hingga dua kali lipat dan menghindarkan dari risiko mogok di tempat yang tidak tepat.

Berikut adalah lima cara merawat aki motor yang sering diabaikan, mulai dari pemeriksaan rutin hingga kebiasaan berkendara yang mempengaruhi umur aki.

1. Periksa Ketinggian Air Aki (Khusus Aki Basah)

Untuk motor yang masih menggunakan aki basah atau tipe konvensional, cairan elektrolit adalah nyawa dari aki itu sendiri. Kebiasaan memeriksa air aki sebulan sekali adalah keharusan.

Cairan aki harus selalu berada di antara batas upper level dan lower level yang tertera pada bodi aki. Jika air berada di bawah batas minimal, segera tambahkan dengan air aki atau zuur, bukan air biasa atau air mineral. Air mineral mengandung ion yang dapat merusak sel-sel pelat aki dan mempercepat kerusakan. Untuk aki kering atau maintenance free, tidak perlu tambahan air, namun tetap perlu dicek indikator kesehatannya.

2. Hindari Kebiasaan Memanaskan Motor Terlalu Lama di Tempat

Banyak pengendara yang meyakini bahwa memanaskan motor selama 10-15 menit setiap pagi baik untuk aki. Faktanya, kebiasaan ini justru bisa menjadi bumerang. Pada putaran stasioner (idle), sistem pengisian (spul atau alternator) tidak bekerja optimal untuk mengisi ulang daya aki.

Jika ingin memanaskan motor, lakukan maksimal 3-5 menit, lalu kombinasikan dengan putaran gas yang sedikit lebih tinggi atau lebih baik lagi, kendarai motor dengan kecepatan rendah selama beberapa menit. Sistem pengisian akan bekerja maksimal saat mesin berputar di atas 3.000 RPM, sehingga aki mendapatkan pengisian yang optimal.

3. Matikan Aksesori Saat Mesin Belum Hidup

Kesalahan klasik yang sering tidak disadari adalah menyalakan lampu utama, aftermarket seperti lampu tambahan atau charger HP, sebelum mesin hidup. Aki bekerja paling berat saat menyalakan starter karena harus mengalirkan arus besar ke motor starter.

Jika aksesori lain juga menyala pada saat yang bersamaan, beban aki menjadi sangat berat dan dapat menyebabkan drop tegangan. Kebiasaan baiknya adalah pastikan semua aksesori dalam posisi mati, hidupkan mesin terlebih dahulu, baru kemudian nyalakan lampu atau perangkat lainnya.

4. Perhatikan Tegangan dan Klem Aki

Aki yang masih bagus tetapi tidak bisa menyuplai daya ke sistem kelistrikan motor sama saja dengan aki tekor. Masalah ini biasanya disebabkan oleh klem aki yang kendor atau berkerak (korosi). Kerak yang berwarna putih atau kebiruan pada terminal aki menjadi hambatan bagi aliran listrik.

Setiap kali melakukan servis rutin, periksa kekencangan baut klem dan bersihkan terminal aki menggunakan sikat kawat atau amplas halus. Oleskan sedikit grease atau vaselin pada terminal setelah dibersihkan untuk mencegah timbulnya korosi akibat uap air dan uap aki.

Sumber:

Berita Terkait