KALSEL.DISWAY.ID - Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan terus memperkuat perlindungan bagi petani padi melalui program Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP) sebagai langkah antisipasi terhadap risiko gagal panen akibat bencana maupun serangan hama.
Melalui program tersebut, petani yang mengalami gagal panen dapat memperoleh bantuan ganti rugi hingga sekitar Rp6 juta per hektare. Sementara premi asuransi yang dibayarkan pemerintah sebesar kurang lebih Rp180 ribu per hektare. Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kalsel, Syamsir Rahman melalui Kepala Seksi Pembiayaan, Investasi dan Pupuk, Indah Puteri Suciati, mengatakan program asuransi ini menjadi bentuk perlindungan pemerintah terhadap petani agar tetap memiliki kepastian usaha di tengah berbagai risiko pertanian. “Bantuan bagi petani padi yang gagal panen berupa asuransi sekitar 180 ribu rupiah per hektare. Jadi apabila terjadi serangan hama, banjir, atau kekeringan, nantinya petani bisa mendapatkan ganti rugi sekitar 6 juta rupiah per hektare,” ujarnya, Selasa (12/5/2026). Ia menjelaskan, pada tahun 2026 ini terdapat tujuh kabupaten dan kota di Kalimantan Selatan yang telah menganggarkan program Asuransi Usaha Tani Padi. Jika digabungkan dengan dukungan dari Pemerintah Provinsi Kalsel, total target lahan pertanian yang didaftarkan mencapai sekitar 6.740 hektare. BACA JUGA:Dinas PMD Kalsel Percepat Penyelesaian Penetapan dan Penegasan Batas Desa Menurut Puteri, dari jumlah tersebut Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan mengalokasikan dukungan asuransi untuk sekitar 681 hektare lahan pertanian. Sementara sisanya berasal dari dukungan pemerintah kabupaten dan kota yang turut berkolaborasi dalam memberikan perlindungan kepada petani. “Jadi memang tahun 2026 ini masing-masing kabupaten dan kota diminta menganggarkan asuransi usaha tani padi. Ada tujuh kabupaten kota yang sudah menganggarkan dengan total kurang lebih enam ribu hektare, sedangkan provinsi sekitar 681 hektare,” jelasnya. Ia menambahkan, program asuransi ini bertujuan untuk memberikan rasa aman kepada petani dalam menjalankan usaha pertanian, terutama ketika menghadapi kondisi yang tidak dapat diprediksi seperti cuaca ekstrem maupun serangan organisme pengganggu tanaman. Selain itu, keberadaan AUTP juga diharapkan mampu menjaga keberlangsungan produksi pangan di Kalimantan Selatan, sehingga petani tidak mengalami kerugian besar ketika gagal panen terjadi. BACA JUGA:Pemprov Kalsel Dorong Gerakan Penghijauan pada Penanaman Pohon HUT ke-43 BPKP Untuk mendapatkan perlindungan asuransi tersebut, petani diwajibkan terdaftar dalam aplikasi SIAP yang menjadi basis data penerima program. Dengan sistem tersebut, proses pendataan dan penyaluran bantuan dapat dilakukan lebih tepat sasaran. “Petani harus terdaftar di aplikasi SIAP agar bisa mendapatkan bantuan asuransi. Jadi pendataan menjadi sangat penting supaya program ini benar-benar diterima oleh petani yang membutuhkan,” tambahnya. Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan berharap melalui kolaborasi antara pemerintah provinsi dan kabupaten/kota, cakupan perlindungan asuransi pertanian dapat terus diperluas sehingga semakin banyak petani yang terlindungi dari risiko gagal panen. Program ini juga menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam menjaga stabilitas sektor pertanian sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah di tengah tantangan perubahan iklim yang semakin dinamis.Pemprov Kalsel Perkuat Perlindungan Petani Lewat Program Asuransi Usaha Tani Padi
Selasa 12-05-2026,17:39 WIB
Reporter : Rifaa Ayuni
Editor : Rifaa Ayuni
Kategori :
Terkait
Sabtu 23-05-2026,03:51 WIB
Panen Perdana Padi Apung di Sungai Tabuk, DPKP Kalsel Dorong Pemanfaatan Lahan Rawa
Jumat 15-05-2026,01:15 WIB
Gerakan Tanam Padi di Sungai Tabuk, DPKP Kalsel Dukung Percepatan Swasembada Pangan
Selasa 12-05-2026,17:39 WIB
Pemprov Kalsel Perkuat Perlindungan Petani Lewat Program Asuransi Usaha Tani Padi
Rabu 06-05-2026,09:33 WIB
Langkah Awal Mengatur Keuangan Rumah Tangga agar Tidak Boncos di Bulan Madu
Senin 04-05-2026,05:33 WIB
Pilih Asuransi Keluarga yang Tepat: Panduan Lengkap Agar Tidak Menyesal di Kemudian Hari
Terpopuler
Terkini
Kamis 25-06-2026,20:44 WIB
Gala Dinner Alumni FK Malahayati: Bangun Kolaborasi untuk Tingkatkan Kualitas Lulusan
Selasa 23-06-2026,20:44 WIB
Naik Turun Harga Energi Non Subsidi Termasuk LNG Merupakan Hal Biasa
Kamis 18-06-2026,19:57 WIB
Sportpreneur: Melengkapi Pembinaan Prestasi dengan Ekosistem Olahraga yang Berkelanjutan
Selasa 16-06-2026,14:31 WIB