KALSEL.DISWAY.ID - Dalam dinamika rumah tangga, pengelolaan keuangan seringkali menjadi ujian sekaligus fondasi utama ketahanan keluarga. Pakar Perencana Keuangan Keluarga, Indah Satriawan, menekankan bahwa kunci utamanya terletak pada kesadaran dan keterbukaan.
"Perencanaan keuangan keluarga bukan sekadar mengatur pemasukan dan pengeluaran, tetapi membangun visi bersama," ujar Indah dalam sebuah webinar baru-baru ini. Dia melanjutkan, "Komunikasi yang transparan antara suami, istri, bahkan anak yang sudah remaja, mengenai kondisi keuangan dan tujuan bersama, adalah langkah pertama yang paling krusial." Pernyataan ini menggarisbawahi bahwa kolaborasi, bukan kontrol sepihak, menjadi pondasi utama dalam mengarusi keuangan rumah tangga. Strategi Praktis Mengelola Keuangan Rumah Tangga Berdasarkan anjuran para praktisi, berikut beberapa strategi yang dapat diterapkan untuk mengoptimalkan kesehatan finansial keluarga:-
Rencana Anggaran yang Dinamis: Buat anggaran dengan sistem 50-30-20 (50% kebutuhan pokok, 30% gaya hidup, 20% tabungan/investasi) atau metode lain yang sesuai dengan realitas pendapatan. Anggaran harus fleksibel dan ditinjau ulang secara berkala.
Dana Darurat adalah Prioritas: Alokasikan dana darurat setara 6-12 bulan pengeluaran. "Dana ini adalah ‘jaring pengaman’ saat terjadi hal tak terduga, seperti kehilangan pekerjaan atau keadaan kesehatan mendesak," jelas Indah.
Investasi Masa Depan Keluarga: Selain menabung, alokasikan dana untuk investasi jangka panjang, seperti pendidikan anak dan dana pensiun. Mulailah dengan instrumen yang dipahami risikonya.
Hindari Utang Konsumtif: Bijak dalam menggunakan kartu kredit dan pinjaman online. Utang sebaiknya dialokasikan untuk hal produktif, seperti pendidikan atau modal usaha, bukan sekadar untuk gaya hidup.