5 Strategi Jitu Manajemen Waktu Ala Anak Kuliah yang Punya Side Hustle

Selasa 17-02-2026,22:56 WIB
Reporter : Rifaa Ayuni
Editor : Rifaa Ayuni

KALSEL.DISWAY.ID - Di era gig economy seperti sekarang, semakin banyak mahasiswa yang tidak hanya fokus pada studinya, tetapi juga menjalankan proyek sampingan. Mulai dari menjadi freelancer, content creator, dropshipper, hingga mengelola bisnis online sendiri.

Namun, menjalankan dua peran sekaligus bukanlah hal yang mudah. Banyak mahasiswa justru terjebak dalam siklus kelelahan, nilai jeblok, atau proyek yang mandek karena gagal mengatur waktu. Jika kamu merasakan hal yang sama, jangan khawatir. Artikel ini akan membahas strategi jitu agar kuliah tetap lancar dan side hustle tetap menghasilkan.

 

1. Adopsi Sistem "Time Blocking", Bukan Sekadar To-Do List

Kesalahan paling umum adalah hanya membuat daftar tugas tanpa menjadwalkan kapan tugas itu akan dikerjakan. Akibatnya, tugas kuliah dan proyek sampingan sering bertabrakan di waktu yang sama.

Solusinya adalah Time Blocking. Metode ini mengharuskanmu untuk mengalokasikan blok waktu tertentu untuk aktivitas spesifik di kalender.

  • Blok untuk Kuliah: Jadwalkan waktu untuk kelas, praktikum, atau mengerjakan tugas individu.
  • Blok untuk Proyek: Tentukan 2-3 jam khusus di sore atau malam hari yang benar-benar kamu gunakan untuk mengerjakan proyek sampingan.
  • Blok untuk Istirahat: Sama pentingnya dengan bekerja, jadwalkan juga waktu untuk makan, olahraga, atau sekadar rebahan tanpa rasa bersalah.

Dengan visualisasi jadwal di kalender (baik digital maupun fisik), kamu bisa melihat gambaran jelas hari-harimu dan menghindari overbooking.

 

2. Terapkan Metode 80/20 (Prinsip Pareto)

Tidak semua tugas memiliki nilai yang sama. Prinsip Pareto menyatakan bahwa 80% hasil berasal dari 20% usaha. Dalam konteks mahasiswa dengan proyek sampingan, ini sangat relevan.

Identifikasi tugas mana yang memberikan dampak terbesar.

  • Di kuliah: Apakah dosen lebih menilai dari ujian tengah semester atau dari tugas harian? Fokus pada bobot penilaian tertinggi.
  • Di proyek sampingan: Apakah 20% klienmu memberikan 80% pendapatan? Fokuslah melayani mereka dengan baik daripada mencari banyak klien kecil yang menyita waktu.

Fokuslah pada tugas-tugas berdampak tinggi ini, dan jangan ragu untuk mengerjakan tugas berdampak rendah di sela-sela waktu luang atau mendelegasikannya jika memungkinkan.

 

3. Batasi Multitasking, Fokus pada "Deep Work"

Banyak yang mengira multitasking adalah cara jitu menyelesaikan banyak pekerjaan. Padahal, bagi otak manusia, multitasking hanyalah perpindahan cepat antar tugas yang justru mengurangi fokus dan kualitas kerja.

Kategori :