Sebelum membeli sesuatu, tanyakan pada diri sendiri: "Apakah saya akan membeli barang ini jika tidak sedang diskon?" Jika jawabannya tidak, maka Anda hanya tergoda oleh promosi, bukan karena kebutuhan.
4. Terapkan Metode Amplop untuk THR
THR (Tunjangan Hari Raya) seringkali menjadi penyebab utama "kebobolan" tabungan. Begitu THR masuk, rasanya seperti mendapat rezeki nomplok yang sayang jika tidak segera dibelanjakan.
Atasi dengan metode amplop. Segera alokasikan THR Anda ke dalam beberapa amplop:
- Amplop Zakat: Sisihkan zakat fitrah dan zakat penghasilan (jika wajib) segera setelah THR masuk.
- Amplop Kebutuhan Lebaran: Sisihkan untuk kebutuhan pokok Lebaran seperti ketupat, opor, dan kue kering.
- Amplop THR Keluarga: Untuk memberi kepada orang tua, keponakan, atau anggota keluarga lainnya.
- Amplop Tabungan/Investasi: Minimal 20-30% dari THR harus langsung masuk ke sini. Jangan pernah menunda menabung.
5. Batasi Buka Puasa di Luar
Ajakan buka puasa bersama (bukber) dengan teman atau rekan kerja akan sangat sering Anda terima selama Ramadhan. Ini memang kegiatan yang menyenangkan, tetapi jika dilakukan setiap hari, dampaknya sangat signifikan terhadap keuangan.
Belajarlah untuk berkata "tidak" atau atur jadwal bukber maksimal 2-3 kali dalam seminggu. Untuk sisanya, nikmati buka puasa sederhana di rumah bersama keluarga. Kebersamaan yang hangat jauh lebih berharga daripada hidangan mewah di restoran.
6. Siapkan Dana 'Hidden' untuk Kondisi Darurat
Bulan Ramadhan seringkali membawa kebutuhan mendadak. Misalnya, tiba-tiba ada tetangga yang mengadakan acara dan meminta partisipasi, atau saudara jauh datang dan perlu dijamu.
Siapkan sedikit dana cadangan di luar anggaran utama untuk keperluan tak terduga seperti ini. Dengan begitu, Anda tidak perlu memangkas anggaran lain atau mengambil dari tabungan ketika situasi mendadak muncul.
7. Fokus pada Esensi, Bukan Kemasan
Ramadhan mengajarkan kita untuk menahan diri, termasuk menahan hawa nafsu konsumtif. Ingatlah bahwa esensi Lebaran adalah kebersamaan dan kemenangan setelah sebulan berpuasa, bukan sekadar pakaian baru atau hidangan mewah.
Anak-anak tidak akan mengingat seberapa mahal baju Lebaran yang Anda belikan, tetapi mereka akan mengingat kebahagiaan saat bermain bersama keluarga. Orang tua tidak akan menilai dari besarnya THR yang Anda berikan, tetapi dari perhatian dan silaturahmi yang Anda jaga.
Ramadhan Berkah, Finansial Terjaga
Bulan Ramadhan seharusnya menjadi momen untuk melatih pengendalian diri, termasuk dalam hal mengelola uang. Dengan perencanaan yang matang dan disiplin yang kuat, Anda bisa melewati bulan puasa dengan tenang tanpa was-was memikirkan tabungan yang menipis.
Ingatlah, keberkahan Ramadhan tidak datang dari seberapa banyak uang yang Anda belanjakan, tetapi dari seberapa besar kesabaran dan rasa syukur yang Anda miliki. Selamat menjalankan ibadah puasa, semoga keuangan Anda tetap sehat dan berkah hingga Lebaran tiba!