KALSEL.DISWAY.ID - Kemunculan kelabang atau yang kerap disebut lipan di area rumah kerap kali membuat penghuni bergidik ngeri. Hewan dengan tubuh panjang pipih dan kaki yang tampak banyak ini tidak hanya mengganggu kenyamanan, tetapi juga menyimpan potensi bahaya melalui gigitannya.
Memasuki musim penghujan seperti sekarang, tingkat kelembapan udara meningkat. Kondisi ini menjadi faktor utama yang menarik kelabang untuk masuk ke dalam rumah, mencari tempat teduh sekaligus berburu mangsa seperti kecoa, laba-laba, dan serangga kecil lainnya . Namun, jangan buru-buru membunuhnya jika Anda tidak ingin terkena risiko gigitan. Lalu, bagaimana cara efektif mengusirnya dan apa yang harus dilakukan jika sudah terlanjur digigit? Simak ulasan lengkapnya berikut ini. Bukan Sekadar Gatal, Ini Efek Samping Gigitan Kelabang Meskipun termasuk hewan yang tidak agresif dan jarang menyerang manusia kecuali merasa terancam, gigitan kelabang tetaplah menyakitkan. Donnie Shelton, seorang pakar pengendalian hama dari Triangle Pest Control di AS, menjelaskan bahwa kelabang adalah predator alami yang masuk ke rumah karena adanya akses makanan, seperti serangga lain . Ketika digigit, hewan ini menyuntikkan racun yang bisa menimbulkan beragam reaksi pada kulit. Menurut laman MSD Manuals, beberapa spesies kelabang berukuran besar dapat menimbulkan gigitan yang sangat menyakitkan hingga menyebabkan pembengkakan dan kemerahan. "Gejala jarang bertahan lebih dari 48 jam," tulis sumber medis tersebut . Situs kesehatan Hello Sehat menambahkan, rasa sakit yang ditimbulkan mirip dengan sengatan lebah atau tawon. Gejala ringan yang umum terjadi meliputi nyeri atau perih di kulit, kemerahan dan bengkak, gatal dengan sensasi terbakar, serta munculnya ruam . Namun, dalam kasus yang lebih jarang, gigitan kelabang bisa memicu reaksi alergi serius. DokterSehat menyebutkan beberapa gejala yang patut diwaspadai, seperti demam, mual dan muntah, pembengkakan kelenjar getah bening, hingga sesak napas . Pada kondisi ekstrem, reaksi ini bisa berkembang menjadi syok anafilaksis yang membutuhkan pertolongan medis darurat. Langkah Tepat Pertolongan Pertama Jika Anda atau anggota keluarga tergigit kelabang, jangan panik. dr. Mikhael Yosia dari Hello Sehat merekomendasikan beberapa langkah pertolongan pertama yang bisa dilakukan di rumah :-
Bersihkan Luka: Cuci area yang digigit dengan sabun dan air mengalir untuk menghindari risiko infeksi. Hindari membersihkan luka dengan alkohol karena dapat memperparah iritasi .
Kompres Hangat: Segera rendam atau kompres bagian tubuh yang terkena dengan air hangat. Metode ini dipercaya membantu membuka pori-pori kulit dan mengencerkan racun agar bisa dikeluarkan secara perlahan .
Kompres Dingin: Setelahnya, kompres dengan air dingin atau es batu yang dibungkus kain selama 10-20 menit. Langkah ini efektif untuk mengurangi pembengkakan, nyeri, dan rasa gatal .
Gunakan Obat Pereda: Untuk meredakan nyeri, Anda bisa mengonsumsi obat pereda nyeri seperti paracetamol atau ibuprofen. Jika rasa gatal tak kunjung reda, antihistamin atau salep hidrokortison dapat digunakan sesuai petunjuk .
Segera ke dokter jika luka gigitan tidak membaik dalam beberapa hari, atau jika muncul gejala serius seperti kesulitan bernapas, pembengkakan parah di area wajah, atau demam tinggi.
-
Cuka Putih: Semprotkan campuran cuka dan air ke sudut-sudut ruangan, saluran air, atau area yang sering dilewati kelabang. Aroma cuka yang kuat tidak disukai hewan ini .
Minyak Esensial: Minyak tea tree atau peppermint yang dicampur air dan disemprotkan di area rawan terbukti ampuh. Minyak ini bersifat racun bagi kelabang .
Kapur Barus: Letakkan beberapa butir kapur barus di tempat lembap seperti lemari, kolong wastafel, atau sudut kamar mandi. Uapnya akan mengusir kelabang dan mencegah pertumbuhan jamur .