Waspada! 7 Langkah Jitu Menghindari Jebakan Phishing di Dunia Digital

Waspada! 7 Langkah Jitu Menghindari Jebakan Phishing di Dunia Digital

Waspada! 7 Langkah Jitu Menghindari Jebakan Phishing di Dunia Digital--ilustrasi

5. Jangan Pernah Masukkan Data Pribadi di Pop-Up atau Link Pihak Ketiga

Banyak korban phishing terjebak karena mengisi formulir di tautan yang dikirim melalui SMS. Modus ini dikenal sebagai smishing (SMS phishing). Pesan singkat mengatasnamakan kurir seperti “Paket Anda gagal dikirim, klik tautan untuk mengatur ulang pengiriman”.

Tidak ada perusahaan kurir atau bank yang meminta Anda memasukkan nomor induk kependudukan atau PIN melalui tautan dari SMS. Biasakan diri untuk membuka aplikasi resmi secara manual. Misalnya, jika SMS mengaku dari Shopee, buka aplikasi Shopee Anda, bukan mengeklik tautan di SMS.

6. Perbarui Perangkat Lunak dan Gunakan Anti-Phishing

Pelaku phishing kerap memanfaatkan celah keamanan pada browser atau sistem operasi yang sudah usang. Pastikan peramban web, sistem operasi ponsel, dan aplikasi antivirus selalu dalam versi terbaru. Browser modern seperti Chrome, Firefox, atau Edge sudah dilengkapi fitur perlindungan terhadap situs phishing yang akan menampilkan peringatan merah jika Anda mencoba mengakses situs berbahaya.

Aktifkan fitur tersebut dan pastikan tidak ada ekstensi mencurigakan yang terpasang. Anda juga bisa menambahkan ekstensi keamanan tambahan seperti uBlock Origin atau Bitdefender TrafficLight untuk lapisan perlindungan ekstra.

7. Laporkan dan Edukasi Sekitar

Langkah terakhir yang tidak kalah penting adalah membangun ekosistem digital yang saling melindungi. Jika Anda menerima pesan phishing, laporkan ke pihak berwenang misalnya melalui laman aduan Kominfo atau CekRekening.id. Selain itu, segera informasikan kepada grup keluarga, rekan kerja, atau komunitas.

Banyak orang tua atau anggota keluarga non-teknologi menjadi korban karena tidak pernah mendapat informasi tentang modus kejahatan terbaru. Dengan membagikan pengalaman atau setidaknya peringatan, Anda membantu memutus mata rantai kejahatan siber.

Tidak ada satu pun perangkat lunak yang dapat menggantikan kewaspadaan penggunanya. Serangan phishing terus berkembang, mulai dari tiruan situs login hingga undangan video conference palsu. Yang membedakan antara selamat dan menjadi korban adalah kebiasaan digital kecil: selalu memeriksa tautan, membaca alamat pengirim, dan tidak terburu-buru merespons tekanan psikologis.

Terapkan tujuh langkah di atas sebagai kebiasaan sehari-hari. Ingat, satu kali kehati-hatian ekstra bisa menyelamatkan tabungan puluhan tahun, identitas diri, dan ketenangan keluarga Anda.

Sumber: