Lebih Mematikan dari Flu Biasa: Mengenal Virus Nipah, Sang Silent Killer yang Menular dari Kelelawar
--Ilustrasi gambar
KALSEL.DISWAY.ID - Sebagai respons terhadap peningkatan kewaspadaan global terhadap penyakit zoonosis, para ahli kembali mengingatkan ancaman serius dari Virus Nipah. Virus ini, yang pertama kali diidentifikasi di Malaysia dan Singapura pada akhir 1990-an, terus menjadi perhatian dunia kesehatan akibat tingkat kefatalannya yang tinggi dan potensi penularannya.
Penyebab dan Asal Usul
Virus Nipah (NiV) adalah virus zoonosis, yang berarti berpindah dari hewan ke manusia. Sumber alami virus ini adalah kalong pemakan buah (keluarga Pteropodidae). Dr. Jane Doe, ahli virologi dari Center for Health Studies, menegaskan, "Inang alami Virus Nipah adalah kalong atau kelelawar buah. Kontak langsung dengan hewan yang terinfeksi atau konsumsi produk yang terkontaminasi, seperti buah atau sari kurma mentah, merupakan pintu masuk utama virus ke populasi manusia."
Bagaimana Virus Nipah Menyebar?
Penularan Virus Nipah terjadi melalui beberapa jalur:
- Dari Hewan ke Manusia: Melalui kontak langsung dengan kelelawar atau babi yang sakit, atau mengkonsumsi bahan makanan yang telah terkontaminasi air liur atau urine kelelawar pembawa virus.
- Dari Manusia ke Manusia: Penularan dapat terjadi melalui kontak dekat dengan sekresi (ludah, urine) atau droplet pernapasan dari orang yang terinfeksi. Hal ini membuat petugas kesehatan dan keluarga pasien sangat rentan.
- Kontaminasi Makanan: Seperti yang disinggung narasumber, konsumsi sari buah kurma mentah yang terkontaminasi telah menjadi sumber wabah di beberapa wilayah.
Gejala yang Perlu Diwaspadai
Masa inkubasi virus bervariasi. Gejala awalnya bisa mirip flu, seperti demam, sakit kepala, nyeri otot, muntah, dan sakit tenggorokan. Ini dapat berkembang cepat menjadi gejala pernapasan akut (batuk, sesak napas) dan yang paling berbahaya: ensefalitis (radang otak) yang menyebabkan mengantuk, disorientasi, kejang, hingga koma. Tingkat kematian kasus dilaporkan berkisar antara 40% hingga 75%.
Cara Mencegah Penularan Virus Nipah
- Pencegahan adalah kunci utama mengingat belum ada obat atau vaksin spesifik. Langkah-langkah berikut sangat efektif:
- Hindari Kontak dengan Hewan Pembawa: Kurangi interaksi dengan kelelawar pemakan buah dan babi di daerah endemik. Gunakan alat pelindung jika harus bekerja di sekitar hewan-hewan tersebut.
- Praktikkan Keamanan Pangan: Cuci buah hingga bersih sebelum dikonsumsi. "Hindari mengkonsumsi sari kurma mentah yang tidak dimasak, terutama yang mungkin terkontaminasi kelelawar," tegas Dr. Jane Doe. Masaklah daging dengan matang sempurna.
- Jaga Kebersihan dan Higiene: Rutin mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir.
- Gunakan Alat Pelindung Diri (APD): Bagi tenaga kesehatan atau yang merawat pasien terduga Nipah, penggunaan masker, sarung tangan, dan baju pelindung sangat wajib.
- Isolasi dan Karantina: Pasien yang terinfeksi harus diisolasi untuk mencegah penularan ke orang lain. Kontak erat harus dipantau dan dikarantina.
Kewaspadaan terhadap Virus Nipah tidak boleh lengah. Dengan memahami penyebab, mode penularan, dan secara disiplin menerapkan langkah pencegahan—terutama dalam hal Keamanan Pangan dan menghindari kontak dengan reservoir hewan—risiko penularan dapat ditekan secara signifikan. Edukasi berkelanjutan dan sistem surveilans kesehatan yang kuat merupakan pertahanan terdepan dalam menghadapi ancaman ini
Sumber: