Kopi Malam Hari: Musuh Tidur atau Sekadar Mitos? Cek Genetika Anda!

Kopi Malam Hari: Musuh Tidur atau Sekadar Mitos? Cek Genetika Anda!

--health.kompas.com

KALSEL.DISWAY.ID - Banyak orang menghindari kopi di sore atau malam hari karena takut tidak bisa tidur. Namun, ada juga yang mengaku tetap nyenyak meski baru minum espresso sebelum tidur. Mana yang benar? Ternyata, jawabannya tidak hitam putih dan sangat bergantung pada faktor genetika dan kebiasaan tubuh masing-masing individu.

BACA JUGA:Teman Minum Teh atau Kopi di sore hari

Kopi, khususnya kandungan kafein di dalamnya, telah lama diidentifikasi sebagai stimulan yang memengaruhi kualitas tidur. Namun, klaim bahwa kopi selalu menyebabkan sulit tidur ternyata perlu diluruskan. Efeknya bervariasi dari orang ke orang.

Secara ilmiah, kafein bekerja dengan cara memblokir reseptor adenosin di otak. Adenosin adalah senyawa yang terakumulasi sepanjang hari dan membuat kita merasa mengantuk. "Dengan terhalangnya adenosin, otak tidak menerima sinyal 'lelah', sehingga kita merasa lebih waspada dan berenergi," jelas dr. Andi Pratama, seorang dokter spesialis gangguan tidur, dalam keterangannya.

Namun, dr. Andi menekankan bahwa sensitivitas terhadap kafein berbeda-beda. "Ada orang yang metabolisme kafeinnya sangat cepat. Untuk mereka, minum kopi di malam hari mungkin tidak terlalu mengganggu. Sebaliknya, bagi 'slow metabolizer', efeknya bisa bertahan lama dan benar-benar mengganggu tidur," ujarnya.

Faktor utama yang menentukan adalah genetik, khususnya gen CYP1A2 yang berperan dalam pemecahan kafein di hati. Selain itu, kebiasaan konsumsi juga berperan. "Tubuh peminum kopi reguler bisa mengalami toleransi, sehingga efek stimulasinya tidak sekuat pada orang yang jarang minum," tambah dr. Andi.

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa konsumsi kafein bahkan 6 jam sebelum tidur dapat secara signifikan mengurangi total waktu dan kualitas tidur. Namun, sekali lagi, ini tidak berlaku universal.

Jadi, apakah kopi membuat sulit tidur? Jawabannya adalah: fakta, tetapi dengan catatan besar. Efeknya sangat individual.

Bagi Anda yang sensitif atau ingin memastikan tidur nyenyak, berikut rekomendasi praktis:

  • Buat "Batas Waktu Kafein": Usahakan untuk tidak mengonsumsi kafein minimal 6-8 jam sebelum waktu tidur.
  • Kenali Tubuh Sendiri: Amati reaksi tubuh Anda. Jika merasa gelisah atau sulit terlelap, geser waktu minum kopi lebih awal.
  • Perhatikan Asal Sakit Kepala: Sakit kepala saat tidak minum kopi bisa jadi tanda ketergantungan kafein, bukan sekadar "haus kopi".

Dengan memahami cara kerja kafein dan mendengarkan sinyal dari tubuh sendiri, Anda bisa tetap menikmati kopi tanpa harus mengorbankan kualitas tidur malam yang berharga.

Sumber: