KALSEL.DISWAY.ID - Sarapan pagi sering dianggap sepele, terutama saat rutinitas keluarga terasa padat sebelum jam sekolah. Padahal, kebiasaan makan di pagi hari memegang peran besar terhadap kesiapan fisik dan mental anak dalam menjalani aktivitas belajar.
Para ahli gizi menilai sarapan sebagai “bahan bakar pertama” tubuh setelah berjam-jam beristirahat saat tidur. Tanpa asupan energi yang cukup, anak berisiko mengalami penurunan konsentrasi, mudah lelah, hingga sulit mengikuti pelajaran di kelas. Sarapan dan Hubungannya dengan Konsentrasi Belajar Anak yang berangkat sekolah tanpa sarapan cenderung mengalami penurunan kadar gula darah. Kondisi ini bisa memicu rasa lemas dan sulit fokus. Sebaliknya, sarapan dengan komposisi gizi seimbang membantu otak mendapatkan energi yang dibutuhkan untuk berpikir, mengingat materi, dan memecahkan masalah. Beberapa pendidik bahkan mengamati bahwa anak yang rutin sarapan terlihat lebih aktif berpartisipasi dalam kegiatan kelas dibanding mereka yang melewatkan makan pagi. Dampak Jangka Panjang bagi Kesehatan Anak Kebiasaan sarapan tidak hanya berdampak pada performa belajar harian. Dalam jangka panjang, pola makan pagi yang baik membantu menjaga metabolisme tubuh, mendukung pertumbuhan, serta mengurangi risiko kebiasaan ngemil berlebihan yang kurang sehat. Sarapan juga membantu anak membentuk pola makan teratur, yang penting untuk perkembangan fisik dan mental selama masa tumbuh kembang. Menu Sarapan Ideal untuk Anak Sekolah Sarapan sehat tidak harus rumit. Kunci utamanya adalah keseimbangan nutrisi:Pentingnya Sarapan Pagi untuk Anak Sekolah dan Dampaknya pada Konsentrasi
Rabu 11-02-2026,07:23 WIB
Editor : Rifaa Ayuni
Kategori :