KALSEL.DISWAY.ID - Air merupakan komponen esensial yang menyusun lebih dari setengah berat tubuh manusia. Fungsinya tidak sekadar melepas dahaga, melainkan menjadi fondasi bagi setiap proses biologis. Sayangnya, di tengah kesibukan, banyak orang kerap mengabaikan asupan cairan harian hingga tanpa sadar tubuh mengalami kekurangan.
Dehidrasi atau kekurangan cairan sering dianggap sepele karena gejalanya muncul perlahan. Padahal, saat tubuh kekurangan air, serangkaian reaksi berantai langsung terjadi di dalam sistem organ, mengganggu kinerja fisik maupun mental.
Sinyal Awal yang Sering Terabaikan
Sebelum rasa haus datang, tubuh sebenarnya sudah mengirimkan sinyal bahaya. Saat kadar cairan berkurang satu hingga dua persen dari berat tubuh, konsentrasi dan daya ingat mulai menurun. Otak, yang 73 persennya terdiri dari air, membutuhkan cairan untuk mengirimkan impuls listrik antar sel saraf. Tanpa hidrasi yang cukup, proses berpikir menjadi lamban dan fokus mudah buyar.
Selain itu, mulut kering dan bau napas tak sedap juga menjadi indikator awal. Produksi air liur berkurang drastis saat tubuh kekurangan cairan, padahal air liur berperan membersihkan bakteri di rongga mulut. Akibatnya, bakteri berkembang biak dan memicu gangguan pada gigi serta gusi.
Dampak pada Sirkulasi dan Jantung
Salah satu dampak paling kritis dari kurang minum air adalah gangguan pada sistem kardiovaskular. Volume darah berkurang saat tubuh dehidrasi, membuat darah menjadi lebih kental. Jantung pun dipaksa bekerja lebih keras untuk memompa darah ke seluruh tubuh. Dalam jangka panjang, kondisi ini dapat memicu peningkatan denyut nadi dan tekanan darah yang berisiko pada kesehatan jantung.
Ketika aliran darah tidak optimal, pasokan oksigen ke sel-sel tubuh pun terhambat. Hal ini menyebabkan rasa lelah yang muncul meski tidak melakukan aktivitas berat. Tubuh terasa lunglai dan tidak bertenaga karena metabolisme seluler melambat akibat kekurangan oksigen dan nutrisi.
Ginjal dalam Tekanan
Ginjal adalah organ yang paling merasakan dampak langsung dari kebiasaan kurang minum. Fungsi utama ginjal adalah menyaring limbah dari darah dan membuangnya melalui urin. Tanpa asupan air yang cukup, ginjal kesulitan mengencerkan urin, sehingga konsentrasi mineral dan limbah menjadi tinggi.
Kondisi ini menjadi cikal bakal terbentuknya kristal atau batu ginjal. Jika dibiarkan, gangguan ginjal dapat berkembang menjadi penyakit ginjal kronis yang membutuhkan penanganan medis serius. Warna urin yang pekat dan jarang buang air kecil merupakan tanda awal bahwa ginjal sedang bekerja ekstra keras.
Gangguan Pencernaan dan Penyerapan Nutrisi
Sistem pencernaan juga membutuhkan air dalam jumlah memadai untuk berfungsi optimal. Air membantu melarutkan serat makanan sehingga feses mudah bergerak di usus. Saat kekurangan cairan, usus besar akan menyerap air lebih banyak dari sisa makanan, menyebabkan feses mengeras dan memicu sembelit.
Tak hanya itu, produksi cairan pencernaan dan enzim juga berkurang. Akibatnya, proses pemecahan makanan menjadi nutrisi tidak berjalan efisien. Tubuh pun kehilangan kesempatan untuk menyerap vitamin dan mineral penting dari makanan yang dikonsumsi.
Suhu Tubuh Tidak Stabil