6. "Berapa Gaji yang Anda Harapkan?"
Pertanyaan ini sering muncul di akhir sesi. Jangan terburu-buru menyebut angka karena bisa jadi Anda menyebut terlalu rendah (merugikan diri sendiri) atau terlalu tinggi (di luar budget perusahaan).
Cara Menjawab yang Tepat:
Lakukan riset terlebih dahulu tentang kisaran gaji untuk posisi serupa di industri dan lokasi yang sama. Saat ditanya, berikan rentang yang realistis.
Contoh jawaban:
"Saya memahami bahwa gaji ditentukan berdasarkan kompetensi dan budget perusahaan. Berdasarkan riset yang saya lakukan dan pengalaman yang saya miliki, saya berharap ada di kisaran RpX juta hingga RpY juta. Tentu saya juga sangat terbuka untuk berdiskusi lebih lanjut mengenai total kompensasi, termasuk tunjangan lainnya."
Persiapan Mental Sebelum Hari H
Selain menyiapkan jawaban, ada beberapa hal teknis yang tidak kalah penting:
- Pelajari perusahaan: Kunjungi website dan media sosial mereka. Pahami visi, misi, dan produk terbaru mereka.
- Siapkan pertanyaan untuk HRD: Di akhir sesi, Anda pasti akan ditanya, "Apakah ada yang ingin Anda tanyakan?" Siapkan 2-3 pertanyaan cerdas tentang tim, budaya kerja, atau tantangan di posisi tersebut. Ini menunjukkan antusiasme Anda.
- Jaga bahasa tubuh: Tatap mata pewawancara, berjabat tangan dengan mantap, dan duduk dengan tegak.
- Datang tepat waktu: Lebih baik datang 15 menit lebih awal daripada terlambat satu menit.
Wawancara kerja bukanlah interogasi, melainkan percakapan dua arah untuk saling mengenal. Dengan mempersiapkan jawaban atas pertanyaan-pertanyaan di atas, Anda tidak hanya akan tampil percaya diri, tetapi juga mampu mengarahkan percakapan untuk menunjukkan nilai terbaik Anda.
Ingatlah, kegagalan dalam satu wawancara bukanlah akhir dari segalanya. Anggap setiap pengalaman sebagai latihan untuk menjadi lebih baik. Teruslah berusaha, dan pintu kesempatan pasti akan terbuka bagi mereka yang siap. Selamat mencoba!