Manfaat Puasa bagi Kesehatan Jantung dan Pencernaan Menurut Penelitian Medis

Kamis 26-02-2026,22:01 WIB
Reporter : Rifaa Ayuni
Editor : Rifaa Ayuni

Sebuah meta-analisis di The BMJ menguatkan bahwa semua strategi puasa intermiten dan pembatasan kalori berkelanjutan terbukti menurunkan berat badan jika dibandingkan dengan pola makan bebas. Khususnya, alternate-day fasting menunjukkan manfaat lebih besar dalam penurunan berat badan dibandingkan metode lainnya dalam uji coba durasi pendek .

Hal yang Perlu Diperhatikan

Meskipun manfaatnya melimpah, para peneliti mengingatkan bahwa puasa tidak cocok untuk semua orang. Individu dengan kondisi medis tertentu seperti diabetes yang tidak terkontrol, wanita hamil atau menyusui, serta mereka yang memiliki riwayat gangguan makan, sebaiknya berkonsultasi dengan profesional medis sebelum memulai pola puasa .

Selain itu, para ahli menekankan bahwa kualitas makanan saat berbuka dan sahur sangat menentukan. Puasa yang sehat harus diimbangi dengan konsumsi makanan bergizi seimbang, cukup cairan, dan menghindari makanan tinggi gula serta lemak jenuh .

Penelitian medis terkini, termasuk publikasi-publikasi besar di tahun 2025, semakin mengukuhkan puasa sebagai intervensi gaya hidup yang ampuh. Bagi jantung, puasa bekerja menurunkan tekanan darah, memperbaiki profil kolesterol, dan meredam peradangan. Bagi pencernaan, puasa tidak hanya memberi istirahat pada organ, tetapi juga meremajakan ekosistem usus dengan meningkatkan populasi bakteri baik.

Dengan memahami mekanisme ilmiah di baliknya, kita dapat menjalankan ibadah puasa atau pola diet ini dengan lebih optimal, bukan hanya untuk kesehatan spiritual, tetapi juga untuk kebugaran jasmani yang terbukti secara empiris.

Kategori :

Terpopuler