Panduan Intermittent Fasting untuk Pemula: Cara Mudah Mulai Diet Tanpa Menyiksa Diri
Panduan Intermittent Fasting untuk Pemula: Cara Mudah Mulai Diet Tanpa Menyiksa Diri--ilustrasi
KALSEL.DISWAY.ID - Di tengah maraknya berbagai metode diet, intermittent fasting (IF) atau puasa berselang telah muncul sebagai salah satu pendekatan yang paling banyak dibicarakan. Tidak seperti diet konvensional yang fokus pada apa yang Anda makan, IF lebih menekankan pada kapan Anda makan. metode ini Tidak menyuruh Anda menghitung kalori secara ketat atau menghilangkan kelompok makanan tertentu—setidaknya untuk versi dasarnya.
Bagi pemula, intermittent fasting terdengar menakutkan karena identik dengan "tahan lapar". Padahal jika dilakukan dengan benar, metode ini justru terasa lebih alami dan fleksibel dibandingkan diet rendah karbohidrat ekstrem atau defisit kalori yang menyiksa. Artikel ini akan memandu Anda memahami apa itu IF, bagaimana cara memulainya dengan aman, serta manfaat dan risikonya bagi pemula.
Apa Itu Intermittent Fasting?
Intermittent fasting adalah pola makan yang mengatur siklus antara periode makan dan periode puasa. Dalam praktiknya, Anda tidak makan apa pun yang mengandung kalori selama jendela puasa (hanya diperbolehkan air putih, kopi hitam tanpa gula, atau teh tawar), lalu makan secara normal di jendela makan.
Penting untuk diluruskan: IF bukan diet kelaparan. Anda tetap makan dalam jumlah yang cukup saat jendela makan terbuka. Hanya saja frekuensi makannya dipadatkan dalam waktu tertentu. Tubuh kemudian menggunakan periode puasa untuk membakar cadangan lemak sebagai energi—sebuah proses yang disebut metabolic switching.
Metode Intermittent Fasting yang Paling Ramah untuk Pemula
Tidak semua metode IF cocok untuk pemula. Berikut tiga pendekatan yang paling mudah diadaptasi:
1. Metode 16:8 (Paling Direkomendasikan untuk Pemula)
Metode ini mengharuskan Anda berpuasa selama 16 jam dan makan selama 8 jam. Contoh pola yang umum:
- Jendela makan: pukul 12.00 – 20.00 (makan siang dan makan malam)
- Jendela puasa: pukul 20.00 – 12.00 keesokan harian (termasuk waktu tidur)
Di luar jam makan, Anda hanya minum air putih, kopi hitam, atau teh tanpa gula/metode
Kelebihan metode 16:8 adalah 8 jam tidur malam sudah dihitung sebagai bagian dari puasa. Jadi Anda hanya perlu "bertahan" sekitar 4 jam di pagi hari tanpa sarapan—sesuatu yang mudah dibiasakan setelah beberapa hari.
2. Metode 14:10 (Untuk yang Sangat Pemula)
Jika 16 jam terasa terlalu berat, mulailah dengan 14 jam puasa dan 10 jam makan. Misalnya puasa pukul 21.00 hingga 11.00 siang. Setelah seminggu atau dua minggu, Anda bisa secara perlahan memperpanjang puasa menjadi 15 jam, lalu 16 jam.
3. Metode 5:2 (Alternatif untuk yang Tidak Bisa Melewatkan Sarapan)
Sumber: