Cara Mengatur Gaji Bulanan dengan Metode 50/30/20: Formula Legendaris yang Bikin Finansial Auto Sehat
Cara Mengatur Gaji Bulanan dengan Metode 50/30/20: Formula Legendaris yang Bikin Finansial Auto Sehat--ilustrasi
KALSEL.DISWAY.ID - Fenomena "gaji habis pertengahan bulan" atau istilah kerennya middle-month crisis sudah menjadi momok menakutkan bagi sebagian besar pekerja kantoran. gaji baru turun tanggal 25, namun tanggal 10 dompet sudah menjerit minta diisi ulang. Akibatnya, hutang online dan kartu kredit pun menjadi solusi instan yang justru menjerat.
Lalu, bagaimana cara memutus siklus gali lubang tutup lubang ini? Para pakar keuangan sejak puluhan tahun lalu telah menemukan formula yang hingga kini masih relevan dan terbukti ampuh: Metode 50/30/20. Metode ini dipopulerkan oleh Senator Elizabeth Warren dalam bukunya All Your Worth: The Ultimate Lifetime Money Plan dan menjadi fondasi manajemen keuangan bagi jutaan orang di seluruh dunia.
Metode 50/30/20 adalah kerangka sederhana untuk membagi pendapatan bulanan Anda ke dalam tiga kategori utama: Kebutuhan (50%), Keinginan (30%), dan Tabungan/Investasi (20). Saking legendarisnya, metode ini masih diajarkan di berbagai pelatihan keuangan hingga saat ini.
Berikut adalah panduan lengkap menerapkan metode 50/30/20 untuk mengatur gaji bulanan Anda agar finansial tetap sehat dan masa depan lebih terjamin.
Apa Itu Metode 50/30/20?
Konsepnya sangat sederhana. Seluruh pendapatan bersih bulanan Anda (gaji setelah dipotong pajak dan BPJS) dibagi dengan porsi berikut:
- 50% untuk Kebutuhan Pokok (Needs): Segala pengeluaran yang wajib dibayar agar bisa bertahan hidup.
- 30% untuk Keinginan (Wants): Segala pengeluaran untuk bersenang-senang dan meningkatkan kualitas hidup.
- 20% untuk Tabungan dan Investasi (Savings): Dana masa depan dan perlindungan finansial.
Kategori 1: 50% untuk Kebutuhan (Needs)
Kategori ini adalah pos pengeluaran non-negoisiable. Jika tidak dibayar, hidup akan terasa kacau. Batasi totalnya maksimal 50% dari pendapatan bulanan. Jika lebih dari itu, Anda harus mencari cara untuk menekan biaya atau meningkatkan pendapatan.
Yang termasuk dalam kategori Needs:
- Biaya hunian: Cicilan KPR atau kontrak rumah
- Tagihan listrik, air, dan gas
- Biaya transportasi ke kantor (bensin, tol, tiket kereta)
- Belanja bahan makanan pokok (beras, sayur, lauk pauk)
- Premi asuransi kesehatan (wajib)
- Cicilan utang yang sifatnya produktif (jika ada)
Kredit motor atau KTA sebenarnya masuk ke dalam pos ini, namun idealnya total cicilan utang tidak lebih dari 30% pendapatan. Artinya, jika cicilan Anda sudah 30%, sisa 20% untuk kebutuhan lain seperti listrik dan air harus dikelola dengan sangat ketat.
Kategori 2: 30% untuk Keinginan (Wants)
Inilah pos yang paling sering membuat seseorang gagal menabung. Keinginan adalah segala sesuatu yang membuat hidup terasa lebih menyenangkan, namun jika tidak dilakukan, Anda tetap bisa bertahan hidup.
Yang termasuk dalam kategori Wants:
- Nonton di bioskop atau langganan Netflix/Disney+
- Makan di restoran, nongkrong di kafe, atau pesan makanan via online
- Membeli baju, sepatu, atau tas baru (di luar kebutuhan pokok)
- Liburan atau staycation
- Membeli gawai baru atau aksesoris
- Kopi kekinian setiap pagi
Jika pos keinginan Anda melebihi 30%, maka secara otomatis ia akan "mencuri" jatah tabungan. Inilah yang menyebabkan seseorang bisa bekerja puluhan tahun namun tidak memiliki aset berarti.
Sumber: