Tidak Perlu Hidup Minimalis Ekstrem, 6 Cara Sederhana Mengurangi Sampah Plastik dari Keseharian

Tidak Perlu Hidup Minimalis Ekstrem, 6 Cara Sederhana Mengurangi Sampah Plastik dari Keseharian

Tidak Perlu Hidup Minimalis Ekstrem, 6 Cara Sederhana Mengurangi Sampah Plastik dari Keseharian--ilustrasi

KALSEL.DISWAY.ID - Masalah sampah plastik seringkali terasa begitu besar sehingga banyak orang merasa bahwa upaya individu tidak akan memberikan dampak signifikan. Akibatnya, muncul rasa apatis dan anggapan bahwa mengurangi plastik adalah hal yang merepotkan dan membutuhkan perubahan gaya hidup drastis. Padahal, kenyataannya tidak demikian. Gerakan mengurangi sampah plastik tidak harus dimulai dengan hidup tanpa plastik sama sekali, cukup dengan mengubah beberapa kebiasaan kecil dalam keseharian.

Berikut adalah enam cara sederhana yang bisa langsung diterapkan untuk mengurangi jejak plastik tanpa harus mengorbankan kenyamanan.

1. Tolak Sedotan dan Peralatan Makan Sekali Pakai

Sampah plastik paling banyak ditemukan berasal dari peralatan makan sekali pakai. Kebiasaan menerima sedotan plastik saat memesan minuman di kedai kopi atau restoran cepat saji mungkin terlihat sepele, namun kontribusinya terhadap penumpukan sampah sangat besar.

Langkah termudah adalah dengan membiasakan diri mengatakan "tidak" saat ditawari sedotan. Untuk peralatan makan, jika sering membeli makanan di luar, siapkan kotak makan dan sendok garpu sendiri yang dapat digunakan berulang kali. Kebiasaan kecil ini, jika dilakukan oleh banyak orang, akan mengurangi jutaan batang sedotan dan alat makan plastik yang berakhir di tempat pembuangan sampah.

2. Bawa Tas Belanja Sendiri, Bukan Sekadar Ingat Tapi Dibiasakan

Kantong plastik belanja adalah salah satu sumber sampah plastik terbesar dari rumah tangga. Meskipun banyak toko dan supermarket sudah tidak menyediakan kantong plastik gratis, masih banyak yang lupa membawa tas belanja sendiri dan akhirnya membeli kantong plastik baru yang pada akhirnya juga akan menjadi sampah.

Solusi sederhananya adalah dengan menyimpan satu atau dua tas lipat (foldable bag) di dalam tas kerja atau mobil. Dengan cara ini, tas belanja selalu tersedia kapan pun dibutuhkan. Jika memungkinkan, gunakan tas berbahan kain atau anyaman yang lebih kuat dan dapat digunakan bertahun-tahun.

3. Ganti Kemasan dengan Sistem Isi Ulang (Refill)

Sektor rumah tangga menyumbang banyak sampah plastik dari kemasan produk pembersih, sabun, sampo, dan kebutuhan sehari-hari lainnya. Kini semakin banyak merek lokal yang menawarkan sistem refill atau toko yang menyediakan jasa isi ulang.

Alih-alih membeli produk dalam kemasan botol baru setiap kali habis, carilah toko refill terdekat atau pilih merek yang menyediakan kemasan pouch (standing pouch) yang lebih hemat plastik. Untuk jangka panjang, botol-botol kaca atau botol plastik berkualitas yang sudah dimiliki dapat digunakan berulang kali dengan membeli isi ulangnya saja.

4. Bawa Botol Minum dan Tumbler Sendiri

Konsumsi air minum kemasan menjadi salah satu penyumbang sampah plastik terbesar di perkotaan. Rata-rata orang bisa menghabiskan beberapa botol plastik sekali pakai dalam sehari, yang sebagian besar tidak dikelola dengan baik dan berakhir mencemari lingkungan.

Membawa botol minum atau tumbler sendiri adalah solusi paling efektif. Isi ulang di rumah atau di dispenser umum yang tersedia di kantor, kampus, atau tempat umum. Selain mengurangi sampah, kebiasaan ini juga lebih hemat dibandingkan membeli air kemasan terus-menerus. Pilihlah tumbler berbahan stainless steel atau kaca yang lebih tahan lama dan tidak menyisipkan rasa.

Sumber:

Berita Terkait