Cara Menulis CV yang Menarik: Rahasia Format yang Disukai HRD agar Dilirik Rekruter
Cara Menulis CV yang Menarik: Rahasia Format yang Disukai HRD agar Dilirik Rekruter--ilustrasi
KALSEL.DISWAY.ID - Pernahkah Anda merasa sudah mengirim puluhan lamaran kerja, tetapi panggilan interview tak kunjung tiba? Bisa jadi, masalahnya bukan pada kualifikasi Anda, melainkan pada Curriculum Vitae (CV) yang kurang menarik perhatian HRD.
Di tengah membanjirnya lamaran yang masuk, seorang rekruter hanya memiliki waktu rata-rata 6-10 detik untuk memindai setiap CV. Dalam waktu sesingkat itu, mereka sudah memutuskan apakah kandidat layak dipertimbangkan atau tidak. Oleh karena itu, menulis CV yang menarik bukan lagi sekadar pilihan, melainkan keharusan.
Lantas, seperti apa format CV yang disukai HRD? Berbeda dengan artikel pada umumnya, kali ini kita akan membahasnya dari sudut pandang pengalaman visual dan psikologi membaca.
Paradoks "Satu Halaman": Antara Mitos dan Fakta
Seringkali kita mendengar nasihat bahwa CV ideal hanya boleh satu halaman. Faktanya, aturan ini sudah bergeser. HRD modern lebih menghargai relevansi daripada jumlah halaman.
Jika Anda adalah seorang fresh graduate, satu halaman mungkin sudah cukup. Namun, jika Anda adalah profesional dengan 10 tahun pengalaman, memadatkan semua pencapaian ke dalam satu halaman justru akan membuat CV Anda terlihat "sesak" dan sulit dibaca. Yang terpenting adalah setiap kata yang Anda tulis harus memberikan nilai tambah. Jika membutuhkan dua halaman untuk menceritakan dampak positif yang pernah Anda ciptakan di perusahaan sebelumnya, lakukanlah.
Anatomi CV yang Ramah Mata HRD
HRD tidak membaca CV; mereka memindainya. Mata mereka secara alami akan mencari pola tertentu. Berikut adalah elemen-elemen yang harus Anda perhatikan:
1. Tata Letak (Layout) yang Napas
Bayangkan sebuah ruangan yang penuh perabotan tanpa celah. Tentu akan terasa sumpek, bukan? Sama halnya dengan CV. Berikan ruang kosong (white space) yang cukup di antara setiap bagian.
Hindari menulis paragraf panjang yang padat. Gunakan poin-poin (bullet points) untuk setiap pengalaman dan pencapaian. Setiap poin idealnya hanya terdiri dari satu hingga dua baris. HRD menyukai format seperti ini karena mereka bisa dengan cepat menangkap informasi penting tanpa harus membaca kalimat demi kalimat.
2. Hierarki Visual yang Jelas
Atur informasi dari yang paling penting hingga kurang penting secara visual. Gunakan ukuran font yang berbeda untuk membedakan antara nama, judul bagian, dan isi.
Pastikan ada urutan yang logis. Umumnya, urutan yang disukai HRD adalah:
- Data Pribadi (Nama lengkap, kontak aktif)
- Ringkasan Profesional (Profil singkat)
- Pengalaman Kerja (Relevan dan kronologis terbalik)
- Pendidikan
- Keterampilan (Hard Skill & Soft Skill)
Sumber: