Manfaat Puasa bagi Kesehatan Jantung dan Pencernaan Menurut Penelitian Medis

Manfaat Puasa bagi Kesehatan Jantung dan Pencernaan Menurut Penelitian Medis

Manfaat Puasa bagi Kesehatan Jantung dan Pencernaan Menurut Penelitian Medis--ilustrasi

Dinas Kesehatan DKI Jakarta juga merangkum bahwa studi lain menemukan puasa membantu menurunkan level peradangan, yang jika dibiarkan dapat memicu penyakit jantung, kanker, hingga rheumatoid arthritis .

4. Meningkatkan Fungsi Pembuluh Darah (Vaskular)

Sebuah ulasan ilmiah di jurnal ATVB terbitan American Heart Association (2025) menyoroti bahwa puasa memberikan dampak positif pada fungsi pembuluh darah. Para peneliti menemukan bahwa perbaikan fungsi vaskular ini terkait erat dengan redistribusi sel-sel kekebalan tubuh. Puasa membantu mengurangi akumulasi sel imun inflamasi di dinding pembuluh darah dan jaringan sekitarnya, yang pada akhirnya melindungi pembuluh dari kerusakan .

Manfaat Puasa bagi Kesehatan Pencernaan

Tidak kalah penting, sistem pencernaan juga mendapat 'liburan' singkat yang sangat bermanfaat saat kita berpuasa. Penelitian terbaru, terutama terkait mikrobioma, membuka wawasan baru tentang bagaimana puasa 'meremajakan' usus.

1. Memberi Istirahat dan Memicu Perbaikan Sel (Autophagy)

Saat berpuasa, sistem pencernaan yang biasanya bekerja keras 24 jam sehari untuk mencerna makanan mendapat kesempatan untuk beristirahat. Ini memberi waktu bagi organ pencernaan untuk melakukan proses perbaikan .

Proses paling menarik yang terjadi adalah autophagy, yaitu mekanisme alami tubuh membersihkan sel-sel yang rusak dan mendaur ulang komponen seluler yang tidak lagi berfungsi. Penelitian yang dipublikasikan di jurnal Nature menyelidiki peran autophagy dalam menjaga kesehatan sel dan organ, termasuk sistem pencernaan. Autophagy berperan penting dalam menghilangkan protein yang tidak diinginkan dan memperbaiki sel-sel yang rusak dalam saluran pencernaan . Ini seperti 'servis besar-besaran' yang terjadi di dalam usus kita.

2. Transformasi Mikrobioma Usus: Munculnya Bakteri Baik

Inilah salah satu temuan paling revolusioner dalam ilmu gizi modern. Dua studi berskala besar yang dipublikasikan pada tahun 2025 mengonfirmasi dampak puasa terhadap ekosistem bakteri usus.

Sebuah systematic review dalam The American Journal of Gastroenterology menemukan bahwa puasa intermiten secara konsisten menghasilkan perubahan signifikan dalam komposisi mikrobiota usus. Yang paling menggembirakan, puasa meningkatkan keanekaragaman mikroba dan jumlah taksa (kelompok) bakteri menguntungkan seperti Akkermansia, Faecalibacterium, Bacteroides, dan Prevotella .

Studi lain di Clinical Nutrition ESPEN menambahkan bahwa puasa Ramadan (RIF) secara khusus terbukti meningkatkan bakteri baik seperti Akkermansia muciniphila dan Bacteroides fragilis. Bakteri Akkermansia dikenal sebagai marka kesehatan metabolik karena perannya dalam menjaga lapisan lendir usus dan melawan obesitas .

Peningkatan bakteri baik ini berkorelasi langsung dengan penurunan indeks massa tubuh, lingkar pinggang, trigliserida, dan peradangan sistemik .

3. Menurunkan Peradangan di Usus dan Risiko Penyakit Pencernaan

Peradangan kronis di usus dapat memicu berbagai masalah seperti sindrom iritasi usus (IBS) dan penyakit radang usus (IBD). Sebuah penelitian tahun 2019 dalam Frontiers in Nutrition mengamati bahwa puasa memiliki potensi sebagai terapi tambahan untuk pengelolaan IBD. Puasa dapat mengurangi gejala klinis dan meningkatkan kualitas hidup pada pasien dengan IBD .

Sumber: