Menu Wajib Tahun Baru Imlek yang Sarat Makna dan Harapan Baik

Menu Wajib Tahun Baru Imlek yang Sarat Makna dan Harapan Baik

--google foto

KALSEL.DISWAY.ID - Perayaan Tahun Baru Imlek tidak hanya identik dengan dekorasi merah dan tradisi berkumpul bersama keluarga, tetapi juga sajian makanan simbolis yang dipercaya membawa keberuntungan. Dalam budaya Tionghoa, setiap hidangan memiliki makna mendalam—mulai dari harapan rezeki hingga umur panjang.

Kehadiran makanan khas ini menjadi bagian penting dari ritual kebersamaan, sekaligus wujud doa yang tersirat dalam simbol kuliner.

1. Ikan Utuh — Lambang Kelimpahan

Ikan utuh hampir selalu hadir saat makan malam Imlek. Dalam bahasa Mandarin, kata “ikan” memiliki pelafalan yang mirip dengan kata “kelebihan” atau “kelimpahan”. Karena itu, menyajikan ikan dipercaya membawa rezeki berlimpah sepanjang tahun.

2. Pangsit — Simbol Kemakmuran

Pangsit berbentuk menyerupai batangan emas kuno. Hidangan ini melambangkan kekayaan dan harapan kemakmuran bagi keluarga.

3. Kue Keranjang — Harapan Kemajuan

Kue keranjang atau nian gao melambangkan peningkatan kehidupan dari tahun ke tahun. Teksturnya yang lengket dipercaya mempererat hubungan keluarga.

4. Mi Panjang Umur — Doa Panjang Usia

Mi yang disajikan panjang tanpa dipotong menjadi simbol umur panjang dan kesehatan. Hidangan ini dimakan dengan harapan kehidupan yang berkelanjutan.

5. Jeruk Mandarin — Pembawa Keberuntungan

Jeruk mandarin identik dengan warna emas yang melambangkan keberuntungan dan kebahagiaan. Buah ini kerap dijadikan hadiah saat bersilaturahmi.

Makna Kebersamaan di Balik Sajian Imlek

Lebih dari sekadar makanan, hidangan Imlek merepresentasikan doa dan nilai kebersamaan. Makan bersama keluarga dipercaya mempererat hubungan sekaligus menjadi momen refleksi dan harapan baru.

Tradisi ini menunjukkan bagaimana kuliner dapat menjadi bahasa simbolis yang diwariskan lintas generasi.

BACA JUGA:Dari Meja Makan Keluarga: Menguak Simbol dan Harapan dalam Setiap Sajian Khas Imlek

Makanan khas Imlek bukan hanya sajian lezat, tetapi juga simbol harapan akan kemakmuran, kesehatan, dan kebahagiaan. Kehadirannya memperkaya makna perayaan sekaligus menjaga tradisi tetap hidup di tengah modernisasi.

Sumber: