KALSEL.DISWAY.ID - Memasuki usia senja, pola tidur seseorang cenderung mengalami perubahan. Tidak sedikit lansia yang mengeluhkan sulit tidur, mudah terbangun di malam hari, atau bangun terlalu pagi. Lalu, sebenarnya berapa durasi tidur yang baik untuk usia senja agar kesehatan tetap terjaga?
Tidur bukan sekadar waktu istirahat, tetapi proses penting bagi tubuh untuk memulihkan energi, menjaga fungsi otak, hingga memperkuat sistem kekebalan tubuh. Karena itu, kualitas dan durasi tidur pada lansia perlu menjadi perhatian serius. Durasi Tidur Ideal untuk Lansia Berdasarkan rekomendasi dari National Sleep Foundation, orang berusia 65 tahun ke atas dianjurkan tidur selama 7–8 jam per malam. Durasi ini dinilai cukup untuk membantu menjaga kesehatan fisik dan mental di usia lanjut. Sementara itu, Centers for Disease Control and Prevention (CDC) juga merekomendasikan durasi tidur minimal 7 jam untuk orang dewasa, termasuk lansia, guna menurunkan risiko berbagai penyakit kronis seperti penyakit jantung, diabetes, dan depresi. Meski demikian, kebutuhan tidur bisa berbeda pada setiap individu. Ada lansia yang merasa segar dengan 6,5 jam tidur, namun ada pula yang membutuhkan waktu lebih lama untuk benar-benar merasa bugar. Mengapa Lansia Sering Sulit Tidur? Perubahan pola tidur pada usia senja umumnya dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain:-
Perubahan ritme sirkadian (jam biologis tubuh)
Penurunan produksi hormon melatonin
Kondisi medis tertentu seperti nyeri sendi atau gangguan pernapasan
Efek samping obat-obatan
Stres atau gangguan kecemasan
-
Menurunnya daya ingat dan konsentrasi
Meningkatnya risiko jatuh akibat tubuh lemas atau kurang fokus
Gangguan suasana hati
Melemahnya sistem imun
-
Menjaga jadwal tidur yang konsisten, termasuk di akhir pekan.
Membatasi tidur siang, idealnya tidak lebih dari 30 menit.
Menciptakan suasana kamar yang nyaman, tenang, dan minim cahaya.
Menghindari konsumsi kafein dan makanan berat menjelang tidur.
Melakukan aktivitas fisik ringan secara rutin, seperti jalan pagi.